"eh… yaaaaahh..!! knapa tidak pulang? Kan dah janji…???!!"
"xixixi.. maaf..maaf.. ^_^ "
Smsan itu berlangsung singkat, tapi membuatku tersenyum lama sekali menatap layar hp. Harap ku, kau tambahkan lagi julukan yang sering kau sematkan dan menyembunyikan rasa sayang mu. setelah ini, diantara beberapa panggilan mu kepada ku; coto, baja hitam, botto ku', mungkin kau akan tambahkan lagi, "si jail nomor satu" xixi.."yee malah senyum-senyum sendiri, ayo masuk..!! di tinggal pesawat nanti"
Aku hanya membawa satu ransel dan tas selempang tempat berteduh leptop kesayangan, tapi rindu ini membuatnya semakin berat, sesak seakan main bola tengah terik dan dahaga puasa, bisa dibayangkan, nafasmu desak masuk di pembuluh-pembuluh dan rongga paru yang kian menyempit.
Beberapa langkah telah ku langkah, kita sama-sama tahu tiap langkah membuat waktu kita hilang, bahkan jika tak melangkah pun waktu tetap melangkah meninggalkan bayang kita yang masih tegar, lalu membawakan cermin tua dimana pantulan diri kita menua, bahkan menengadah gigi yang berguguran satu demi satu. Tapi aku selalu ingin mengintip masa depan dari retina lontar cahaya matamu; dimanakah kita nanti dalam bayangmu?, iyakah kita menertawai hari demi hari dengan bayolan lawas dan genggam tangan yang tak lepas erat. Ah.. tidak tidak.. itu terlalu idealis, mungkin kita, dalam lintas waktu yang kita tapaki, akan lebih banyak cemberutmu yang membuatku sedih, mencoba merayumu sedemikian lelah untuk memberi ruang segar di hatimu yang lelah. Xixi.. katanya orang, itu seni, tapi buatku itu karunia, agar nanti saat kita mengaji bersama atau membaca bersama di ruang perpustakaan sederhana dalam istana ikatan kita, akan ku pandang samar dan sembunyi-sembunyi wajahmu, rona mukamu yang rileks, tatap diammu saat membaca " kisah seribu satu malam" yang ku pamer-pamerkan saat kita masih berjarak.





- Follow Us on Twitter!
- "Join Us on Facebook!
- RSS
Contact